Singapura - Prospek keuangan syariah tetap positif meskipun masih ada dampak negatif dari krisis keuangan dan sudah mulai memainkan peran yang lebih besar dalam bidang keuangan global, kata Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Lim Hng Kiang.
"Industri ini diharapkan akan terus berkembang dua kali lipat lebih cepat dibanding keuangan konvensional," kata Kiang dalam sambutannya pada hari senin di puncak perdana Konferensi Asia World Islamic Banking Conference (WIBC).
Kiang, sebagai wakil ketua Otoritas Moneter Singapura (MAS), mengatakan, "Survei memperkirakan bahwa industri keuangan Islam akan segera menembus 1 triliyun dolar dari total aset..
"Sebagai pusat keuangan, Singapura siap memainkan peranan dalam pembangunan yang lebih luas guna mempromosikan keuangan Islam sebagai respons terhadap peningkatan permintaan regional untuk produk dan jasa keuangan syariah," ujar menteri.
Dia mengatakan MAS telah bekerja sangat teliti dengan industri dan lembaga pemerintah lainnya untuk memastikan tingkat persaingan di lapangan antara keuangan syariah dan konvensional, sedemiikian hingga keuangan Islam tidak mengalami kerugian perpajakan dan peraturan yang mana substansi ekonomi dan risikonya serupa.
Kiang berharap bahwa konferensi ini akan menjadi acara penting dalam kalender keuangan Islam dari waktu ke waktu dan memperluas keterlibatan yang lebih besar antara Timur Tengah dan Asia.
Timur Tengah dan Asia dapat saling melengkapi pertumbuhan pembangunan dan mengeksplorasi wilayah baru agar saling menguntungkan, ujar menteri. Hubungan antara Singapura dan negara-negara GCC telah diperdalam setelah penandatanganan GCC-Singapura mengenai Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA), tambahnya.
"Dengan memperkuat hubungan di semua tingkat, Timur Tengah dan Asia kemudian dapat melengkapi perkembangan masing-masing dan mencari wilayah pertumbuhan baru untuk saling menguntungkan seperti di keuangan dan layanan bisnis, pembangunan infrastruktur, pariwisata, teknologi hijau, ilmu-ilmu hayati, teknologi informasi dan komunikasi, dan media, "katanya. Perusahaan Singapura, seperti CapitaLand di Bahrain dan UEA, Bandar Udara Internasional Changi di Arab Saudi, Keppel Corp di Qatar dan SembCorp di UAE dan Oman, telah mendapatkan proyek-proyek bernilai sekitar 26 milyar dolar di negara-negara Teluk.
Di sisi lain, kelompok bank kuat Timur Tengah, seperti Arab Bank, Emirates NBD, First Gulf Bank, National Bank of Kuwait dan Qatar National Bank, sudah berbasis di Singapura.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar